Minggu, 16 November 2008
REUNI MENWA UPN
Akhirnya Menwa UPN dengan sukses mengadakan reuni alumni, yang terahir dilakukan pada tahun 2002, berkat kerja keras para alumni 806 dengan anggota 806, akhirnya reuni bisa berjalan dengan sukses dan lancar....
menwa
Menwa memeng luar biasa,... diakui atau tidak sejarah mencatat bahwa dedikasi menwa dari awal berdirinya sampai sekarang memeng lur biasa,... Setidaknya menwa bisa mencetak para anggotanya untuk berjiwa Nasionalisme, yang belakangan ini ramai dperbincangkan bahwa Nasionalisme anak bangsa mulai pudar
Tidak tau apa penyebabnya, setidaknya itu adalah pengaruh arus globalisasi. masuk menwa adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, atau mungkin aktif dikegiatan - kegiatan positif lainya misalnya Pramuka, dll... bisa juga aktif di ormas seperti IPNU, IPPNU, GP ANSOR, atau jadi anggota TNI kalo yang satu ini sepertinya gak usah di omongin lagi, soalnya sudah 99,9 % anggota TNI punya jiwa nasionalisme yang tidak diragukan,..
Tapikan tidak semua orang mau dan mampu untuk jadi anggota TNI,...? tentunya itu tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak mencintai dan membela negeri kita tercinta ini...
salam Dariku..............
untuk bangsaku....................
ku berjanji kan slalu menjagamu.............
hingga akhir nafasaku.................
NKRI HARGA MATI........!
Tidak tau apa penyebabnya, setidaknya itu adalah pengaruh arus globalisasi. masuk menwa adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, atau mungkin aktif dikegiatan - kegiatan positif lainya misalnya Pramuka, dll... bisa juga aktif di ormas seperti IPNU, IPPNU, GP ANSOR, atau jadi anggota TNI kalo yang satu ini sepertinya gak usah di omongin lagi, soalnya sudah 99,9 % anggota TNI punya jiwa nasionalisme yang tidak diragukan,..
Tapikan tidak semua orang mau dan mampu untuk jadi anggota TNI,...? tentunya itu tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak mencintai dan membela negeri kita tercinta ini...
salam Dariku..............
untuk bangsaku....................
ku berjanji kan slalu menjagamu.............
hingga akhir nafasaku.................
NKRI HARGA MATI........!
bapak
ternyata tidak mudah menjadi orang tua, setidaknya itulah yang saya alami ketika saya lulus Madrasah Aliyah (sederajat SLTA - yg dibekali pelajaran2 agama islam). ketika saya dipercaya menjadi Asisten Pengasuh Yayasan Wachid Hasyim cab. Rungkut. suka karena bisa mengabdi sitidaknya itulah yg saya rasakan, tapi tak jarang juga "anak2 saya" suka makan hati, tapi begitulah kehidupan.
ketika saya kuliah di upn ternyata saya di takdirkan masuk MENWA (Resimen Mahasiswa), yg secara tidak langsung menambah pengalaman saya, yang tentunya pengalaman saya tersebut (yang cocok) saya tularkan kepada anak2 saya.
Entah sebuah kebetulan atau bagaimana, "karier" saya dimenwa dimulai dari Danton (Komandan Pleton), Dankima (Komandan Kompi Markas), Kepala Seksi II/opersional, sampai sekarang Dansat, yang semua didominasi "DAN". Allah lah yang maha tau....
Senin, 03 November 2008
Kamis, 30 Oktober 2008
keutamaan orang yang mengetahui dan mengajar
Dari Abi Musa Radhiallahu Anhu, katanya Nabi Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, "Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan, yang oleh karena itu Allah mengutus aku untuk menyampaikanya, seperti hujan lebat jatuh ke bumi; bumi itu ada yang subur, menyerap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumput yang banyak. Ada pula yang keras tidak menyerap air sehingga tergenang, maka Allah memberi manfaat dengan hal itu kepada manusia. Mereka dapat minum dan memberi minum (binatang ternak dan sebagainya), dan untuk bercocok tanam. Ada pula hujan yang jatuh kebagian lain, yaitu di atas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama, yang mau memanfaatkan sesuatu yang oleh karena itu Allah mengutus aku menyampaikannya, dipelajarinya dan diajarkannya. Begitu pula perumpamaan orang yang tidak mau memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah, yang aku diutus untuk menyampaikannya."Abu Abdillah berkata, bahwa Ishaq berkata," Dan ada diantara bagian bumi yang digenangi air, tapi tidak menyerap." (Arti dari Hadts No 79 - Kitab Fathu Bari)Kandungan HaditsTentang hadits diatas, setelah memaparkan keterangan yang menjelaskan hadits diatas dari segi bahasa (arab), Ibnu Hajar Al-Asqalani -penulis kitab fikih (klasik) Bulughul Maram- dalam kitabnya Fathul Bari, menjelaskan :Al Qurtubi dan yang lainnya mengatakan bahwa Rasulullah ketika datang membawa ajaran agama, beliau mengumpamakannya dengan hujan yang diperlukan ketika mereka membutuhkannya. Demikianlah kondisi manusia sebelum Rasulullah diutus. Seperti hujan menghidupkan tanah yang mati, demikian pula ilmu agama dapat menghidupkan hati yang mati.Kemudian beliau mengumpamakan orang yang mendengarkan ilmu agama dengan berbagai macam tanah yang terkena air hujan, diantara mereka adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya dan mengajar. Orang ini seperti tanah subur yang menyerap air sehingga dapat memberi manfaat bagi dirinya, kemudian tanah tersebut dapat menumbuhan tumbuh-tumbuhan sehingga dapat memberi manfaat bagi yang lain.Diantara mereka ada juga orang yang menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu namun dia tidak mengerjakan, akan tetapi dia mengejarkannya untuk orang lain, maka bagaikan tanah yang tergenangi air sehingga manusia dapat memanfaatkannya. Orang inilah yang diindikasikan dalam sabda beliau, "Allah memperindah seseorang yang mendengar perkataan-perkataanku dan dia mengerjakannya seperti yang dia dengar." Diantara mereka juga ada yang mendengar ilmu namun tidak menghafal atau menjaganya serta mengamalkannya dan tidak pula mengajarkannya kepada orang lain, maka dia seperti tanah yang tidak dapat menerima air sehingga merusak tanah yang ada di sekelilignya.Dikumpulkannya perumpamaan bagian pertama dan kedua, adalah karena keduanya sama-sama bermanfaat. Sedangkan dipisahkannya bagian ketiga, karena tercela dan tidak bermanfaat.Kemudian dalam setiap perumpamaan terdiri dari dua kelompok. Perumpamaan pertama telah kita jelaskan tadi, sedang perumpamaan kedua, bagian pertamanya adalah orang yang masuk agama (Islam) namun tidak mendengarkan ilmu atau mendengarkan tapi tidak mengamalkan dan tidak mengajarkannya. Kelompok ini diumpamakan Nabi Shallallahu Alaihi was Sallam dalam sabdanya, "Orang yang tidak mau memikirkan" atau dia berpaling dari ilmu sehingga dia tidak bisa memanfaatkannya dan tidak pula dapat memberi manfaat kepada orang lain.Adapun bagian kedua adalah orang yang sama sekali tidak memeluk agama, bahkan telah disampaikan kepadanya pengetahuan tentang agama Islam, tapi dia mengingkari dan kufur kepadanya. Kelompok ini diumpamakan dengan tanah datar yang keras, dimana air mengalir diatasnya tapi tidak dapat memanfaatkannya. Hal ini diisyaratkan dengan perkataan beliau, "Dan tidak perduli dengan petunjuk Allah".Ath-Thibi mengatakan, "Manusia terbagi menjadi dua. Pertama, manusia yang memanfaatkan ilmu untuk dirinya namun tidak mengajarkan kepada orang lain. Kedua, manusia yang tidak memanfaatkan untuk dirinya, tapi dia mengajarkan kepada orang lain. Menurut saya kategori pertama masuk dalam kelompok pertama, karena secara umum manfaatnya ada walaupun tingkatnya berbeda. Begitu pula dengan tanaman yang tumbuh, diantaranya ada yang subur dan memberi manfaat kepada manusia dan ada juga yang kering. Adapun kategori kedua walaupun dia mengerjakan hal-hal yang wajib dan meninggalkan yang sunnah, sebenarnya dia termasuk dalam kelompok kedua seperti yang telah kita jelaskan; dan seandainya dia meninggalkan hal-hal wajib maka dia adalah orang fasik dan kita tidak boleh mengambil ilmu darinya. Orang semacam ini termasuk dalam, man lam yar fa' bi dzalika ro san. Wallahu a'lam"PenutupDari uraian diatas, mari kita berkaca pada pribadi masing-masing. Termasuk dalam kelompok manakah kita ; kelompok tanah yang menyerap air sehingga dapat memberi manfaat bagi dirinya, kemudian tanah tersebut dapat menumbuhan tumbuh-tumbuhan sehingga dapat memberi manfaat bagi yang lain, ataukah kelompok tanah yang yang tidak dapat menerima air sehingga merusak tanah yang ada di sekelilingnya? Semoga Allah memudahkan jalan kebaikan dan (kemudian) menempuhnya untuk yang telah menulis dan membaca tulisan ini, Amin.
keutamaan menuntut ilmu
Assalamu'alaikum wr wb,
Sesungguhnya Islam adalah agama yang menghargai ilmupengetahuan. Bahkan Allah sendiri lewat Al Quranmeninggikan orang-orang yang berilmu dibandingorang-orang awam beberapa derajad.Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yangberiman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajad. (Al Mujadilah: 11)Pada surat Ali Imran: 18 Allah SWT bahkan memulaidengan dirinya, lalu dengan malaikatnya, dan kemudiandengan orang-orang yang berilmu. Jelas kalau Allahmenghargai orang-orang yang berilmu.Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkanDia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat danorang-orang yang berilmu (juga menyatakan yangdemikian itu) (Ali Imran:18)Allah juga menyatakan bahwa hanya dengan ilmu orangbisa memahami perumpamaan yang diberikan Allah untukmanusia.Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untukmanusia, dan tiada memahaminya kecuali orang-orangyang berilmu (Al Ankabut:43)Tuhan juga menegaskan hanya dengan ilmulah orang bisamendapat petunjuk Al Quran.Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat2 yang nyata didalam dada orang-orang yang diberi ilmu (AlAnkabut:49)Nabi Muhammad SAW juga sangat menghargai orang yangberilmu. Ulama adalah pewaris para Nabi Begitusabdanya seperti yang dimuat di HR Abu Dawud.Bahkan Nabi tidak tanggung2 lebih menghargai seorangilmuwan daripada satu kabilah. Sesungguhnya matinyasatu kabilah itu lebih ringan daripada matinya seorangalim. (HR Thabrani)Seorang alim juga lebih tinggi dari pada seorang ahliibadah yang sewaktu2 bisa tersesat karena kurangnyailmu. Keutamaan orang alim atas orang ahli ibadahadalah seperti keutamaan diriku atas orang yang palingrendah dari sahabatku. (HR At Tirmidzi). Nabi Muhammad mewajibkan ummatnya untuk menuntut ilmu.Menuntut ilmu wajib bagi muslimin dan muslimahbegitu sabdanya. Tuntutlah ilmu dari sejak lahirhingga sampai ke liang lahat.Jelas Islam menghargai ilmu pengetahuan dan mewajibkanseluruh ummat Islam untuk mempelajarinya. Karena itupendapat mayoritas ummat Islam (terutama di pedesaan)yang menganggap bahwa perempuan itu tidak perlusekolah tinggi2, soalnya nanti tinggalnya juga didapur jelas bertentangan dengan ajaran Islam.Selain itu Nabi juga menyuruh agar ummat Islammenuntut ilmu berkelanjutan hingga ajalnya. Karena ituseorang muslim haruslah berusaha belajar setinggi2nya.Jangan sampai kalah dengan orang kafir. Ummat Islamjangan cuma mencukupkan belajar sampai SMA saja, tapiberusahalah hingga Sarjana, Master, bahkan Doktor jikamampu. Jika ada yang tak mampu secara finansial,adalah kewajiban kita yang berkecukupan untukmembantunya jika dia ternyata adalah orang yangberbakat.Sekarang ini, tingkat pengetahuan ummat Islam malahkalah dibandingkan dengan orang-orang kafir. Ternyatajustru orang-orang kafir itulah yang mengamalkanajaran Islam seperti kewajiban menuntut Ilmusetinggi2nya. Jarang kita menemukan ilmuwan di antaraummat Islam. Sebaliknya, tingkat buta huruf sangattinggi di negara2 Islam.Hal itu jelas menunjukkan bahwa kemunduran ummat Islambukan karena ajaran Islam, tapi karena ulah ummatIslam sendiri yang tidak mengamalkan perintahagamanya. Ayat pertama dalam Islam adalah Iqra!Bacalah! Di situ Allah memperintahkan ummat Islamuntuk membaca, tapi ternyata tingkat buta huruf justrupaling tinggi di negara2 Islam. Ini karena kita tidakkonsekwen dengan ajaran Islam.Nabi juga mengatakan, bahwa ilmu yang bermanfaat akanmendapat pahala dari Allah SWT, dan pahalanyaberlangsung terus-menerus selama masyarakat menerimamanfaat dari ilmunya. Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnyakecuali tiga, yaitu ilmu yang bermanfaat (HR Muslim)Pada awal masa Islam, ummat Islam melaksanakan ajarantsb dengan sungguh2. Mereka giat menuntut ilmu.Hadits2 seperti Siapa yang meninggalkan kampunghalamannya untuk mencari pengetahuan, ia berada dijalan Allah, Tinta seorang ulama adalah lebih sucidaripada darah seorang syahid (martir), memberikanmotivasi yang kuat untuk belajar.Ummat Islam belajar dari orang Cina teknik membuatkertas. Pabrik kertas pertama didirikan di Baghdadtahun 800, dan perpustakaan pun tumbu dengan subur diseluruh negeri Arab (baca: Islam) yang dulu dikenalsebagai bangsa nomad yang buta huruf dan cuma bisamengangon kambing.Direktur observatorium Maragha, Nasiruddin At Tousimemiliki kumpulan buku sejumlah 400.000 buah. DiKordoba (Spanyol) pada abad 10, Khalifah Al Hakimmemiliki suatu perpustakaan yang berisi 400.000 buku,sedangkan 4 abad sesudahnya raja Perancis Charles yangbijaksana (artinya: pandai) hanya memiliki koleksi 900buku. Bahkan Khalifah Al Aziz di Mesir memilikiperpustakaan dengan 1.600.000 buku, di antaranya16.000 buah tentang matematika dan 18.000 tentangfilsafat.Pada masa awal Islam dibangun badan2 pendidikan danpenelitian yang terpadu. Observatorium pertamadidirikan di Damaskus pada tahun 707 oleh KhalifahAmawi Abdul Malik. Universitas Eropa 2 atau 3 abadkemudian seperti Universitas Paris dan UnivesitasOxford semuanya didirikan menurut model Islam.Para ilmuwan Islam seperti Al Khawarizmimemperkenalkan Angka Arab (Arabic Numeral) untukmenggantikan sistem bilangan Romawi yang kaku.Bayangkan bagaimana ilmu Matematika atau Akunting bisaberkembang tanpa adanya sistem Angka Arab yangdiperkenalkan oleh ummat Islam ke Eropa. Kita mungkinbisa menuliskan angka 3 dengan mudah memakai angkaRomawi, yaitu III, tapi coba tulis angka879.094.234.453.340 ke dalam angka Romawi. Bingungkan?Jadi para ahli matematika dan akuntan haruslahberterimakasih pada orang-orang Islam, he he he..:)Selain itu berkat Islam pulalah maka para ilmuwansekarang bisa menemukan komputer yang menggunakanbinary digit (0 dan 1) sebagai basis perhitungannya,kalau dengan angka Romawi (yang tak mengenal angka 0),tak mungkin hal itu bisa terjadi.Selain itu Al Khawarizmi juga memperkenalkan ilmuAlgorithm (yang diambil dari namanya) dan juga Aljabar(Algebra).Omar Khayam menciptakan teori tentang angka2 irrational serta menulis suatu buku sistematiktentang Muadalah (equation).Di dalam ilmu Astronomi ummat Islam juga maju. AlBatani menghitung enklinasi ekleptik: 23.35 derajad(pengukuran sekarang 23,27 derajad).Dunia juga mengenal Ibnu Sina (Avicenna) yang karyanyaAl Qanun fit Thibbi diterjemahkan ke bahasa Latin olehGerard de Cremone (meninggal tahun 1187), yang sampaizaman Renaissance tetap jadi textbook di fakultaskedokteran Eropa.Ar Razi (Razes) adalah seorang jenius multidisiplin.Dia bukan hanya dokter, tapi juga ahli fisika,filosof, ahli theologi, dan ahli syair. Eropa jugamengenal Ibnu Rusyid (Averroes) yang ahli dalamfilsafat.Dan masih banyak lagi kemajuan yang dicapai oleh ummatIslam di bidang ilmu pengetahuan. Ketika terjadiperang salib antara raja Richard the Lion Heart danSultan Saladdin, boleh dikata itu adalah pertempuranantara bangsa barbar dengan bangsa beradab. RajaRichard yang terkenal itu ternyata seorang buta huruf,(kalau rajanya buta huruf, bagaimana rakyat Eropaketika itu) sedangkan Sultan Saladin bukan sajaseorang yang literate, tapi juga seorang ahli dibidang kedokteran. Ketika raja Richard sakit parah dantak seorangpun dokter ahli Eropa yang mampumengobatinya, Sultan Saladin mempertaruhkan nyawanyadan menyelinap di antara pasukan raja Richard danmengobatinya. Itulah bangsa Islam ketika itu, bukansaja pintar, tapi juga welas asih. Jika kita menontonfilm Robin Hood the Prince of Thieves yang dibintangiKevin Kostner, tentu kita maklum bagaimana Robin Hoodterkejut dengan kecanggihan teknologi bangsa Moorseperti teropong.Tapi itu sekarang tinggal sejarah. Ummat Islamsekarang tidak lagi menghargai ilmu pengetahuan takheran jika mereka jadi bangsa yang terbelakang. Hanyadengan menghidupkan ajaran Islam-lah kita bisa majulagi.Ummat Islam harus kembali giat menuntut ilmu. MenurutAl Ghazali, sesungguhnya menuntut ilmu itu ada yangfardu ain (wajib bagi setiap Muslim) ada juga yangfardu kifayah (paling tidak ada segolongan ummat Islamyang mempelajarinya.Ilmu agama tentang mana yang wajib dan mana yang halalseperti cara shalat yang benar itu adalah wajib bagisetiap muslim. Jangan sampai ada seorang ahliMatematika, tapi cara shalat ataupun mengaji dia tidaktahu. Jadi ilmu agama yang pokok agar setiap muslimbisa mengerjakan 5 rukun Islam dan menghayati 6 rukunIman serta mengetahui kewajiban dan larangan Allahharus dipelajari oleh setiap muslim. Untuk apa kitajadi ahli komputer, kalau kita akhirnya masuk nerakakarena tidak pernah mengetahui cara shalat?Adapun ilmu yang memberikan manfaat bagi ummat Islamseperti kedokteran yang mampu menyelamatkan jiwamanusia, ataupun ilmu teknologi persenjataan sepertipembuatan tank dan pesawat tempur agar ummat Islambisa mempertahankan diri dari serangan musuh adalahfardu kifayah. Paling tidak ada segolongan muslim yangmenguasainya.Semoga kita semua bisa mengamalkan ajaran Islam danbisa menegakkan kalimah Allah.
Wassalamu alaikum wr wb
alim
Keutamaan Orang Alim
Peringkat Pengguna: / 0 JelekBagus
Ditulis oleh administrator
Saturday, 01 March 2008
Tidurnya orang ‘alim lebih baik dari ibadahnya orang goblok Tidurnya orang ‘alim lebih baik dari ibadahnya orang goblok. Orang ‘alim berangkat tidur disertai ilmu maka tidurnya bernilai ibadah. Shalat bentuk sempurna munajat makhluq ke Khaliqnya, tapi karena dilakukan tanpa ilmu maka rusaklah ibadah orang goblok tadi. Ilmu! Ilmu! Ilmu
Peringkat Pengguna: / 0 JelekBagus
Ditulis oleh administrator
Saturday, 01 March 2008
Tidurnya orang ‘alim lebih baik dari ibadahnya orang goblok Tidurnya orang ‘alim lebih baik dari ibadahnya orang goblok. Orang ‘alim berangkat tidur disertai ilmu maka tidurnya bernilai ibadah. Shalat bentuk sempurna munajat makhluq ke Khaliqnya, tapi karena dilakukan tanpa ilmu maka rusaklah ibadah orang goblok tadi. Ilmu! Ilmu! Ilmu
Rabu, 29 Oktober 2008
DANUP
Parade Surya Senja:PUASA TAK JADI RINTANGAN UNTUK TETAP BERSEMANGAT
Oleh : Bidlahta BPDE Prop. Jatim
Rabu, 17 September 2008
Sumber : Dinas Infokom JatimMeski bulan puasa, peserta kegiatan upacara penurunan bendera atau parade surya senja yang rutin diadakan Pemerintah Propinsi Jatim setiap tanggal 17 ini, tetap bersemangat. Terbukti, pada pelaksanaannya Rabu (17/9) sore sejumlah peserta upacara yang mayoritas berusia muda ini tetap menjalankan ibadah puasanya. Salah satu peserta, Retno dari SMA Kartika IV Surabaya mengatakan, untuk tampil pada event ini, dirinya harus mempersiapkan dengan berlatih setiap hari seminggu sebelumnya, dan latihannya dilakukan di bawah terik matahari. Meski demikian, Retno yang mempunyai pengalaman pertama tampil di event ini tidak sampaimembatalkan puasanya. Dikatakannya, tampil pada event ini merupakan suatu kebanggaan, sebab sebelum tampil, pihak panitia melakukan seleksi yang ketat terhadap peserta pelajar.Dan yang lolos seleksi merupakan peserta terbaik. “Dalam seleksi, syukur saya bisa lolos dan tampil hari ini,” katanya.Sama halnya yang dilakukan Rizky, siswa yang masih duduk di kelas 8 SMP Muhammadiyah 2 Surabaya ini, juga tidak sampai membatalkan puasanya. Ia mengatakan, tidak terlalu mengeluarkan tenaga banyak, sebab dirinya hanya tampil berbaris saat upacara berlangung. “Saya hanya tampil berdiri dan tidak teriak-teriak,jadi puasa tetap berjalan,” katanya.Sementara itu upacara penurunan bendera dilakukan tepat pukul 16.50. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Ir Rj Yogi Hendriadi MT. Komandan upacara berasal dari Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Sulaeman dan Satriando.Peserta, terdiri dari 3 pleton siswa SMA Kartika IV Surabaya, 3 pleton SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, 2 pleton Gerakan Pramuka Gudep SMP Santa Agnes Surabaya, 2 pleton Drum band Gita Yuwana Bhakti SDN Tanah Kalideling V Surabaya, 2 pleton drum band Gita Pesona SD Negeri Bandelan 1 Bondowoso, 2 pleton Drum Band Gita Indra Suara SDN Kedungdoro V-310 Surabaya, serta 2 pleton drum band Gema Ababil MTs Negeri 1 Surabaya. Sedangkan tim penurun bendera berasal dari SMA Kartika IV Surabay a yang terdiri dari 16 siswa. Sementara atraksi drum band, terdiri dari Drum band Gita Yuwana Bhakti SDN Tanah Kalideling V Surabaya, drum band Gita Pesona SD Negeri Bandelan 1 Bondowoso, dan drum band Gema Ababil MTs Negeri 1 Surabaya. *(mlk)
Oleh : Bidlahta BPDE Prop. Jatim
Rabu, 17 September 2008
Sumber : Dinas Infokom JatimMeski bulan puasa, peserta kegiatan upacara penurunan bendera atau parade surya senja yang rutin diadakan Pemerintah Propinsi Jatim setiap tanggal 17 ini, tetap bersemangat. Terbukti, pada pelaksanaannya Rabu (17/9) sore sejumlah peserta upacara yang mayoritas berusia muda ini tetap menjalankan ibadah puasanya. Salah satu peserta, Retno dari SMA Kartika IV Surabaya mengatakan, untuk tampil pada event ini, dirinya harus mempersiapkan dengan berlatih setiap hari seminggu sebelumnya, dan latihannya dilakukan di bawah terik matahari. Meski demikian, Retno yang mempunyai pengalaman pertama tampil di event ini tidak sampaimembatalkan puasanya. Dikatakannya, tampil pada event ini merupakan suatu kebanggaan, sebab sebelum tampil, pihak panitia melakukan seleksi yang ketat terhadap peserta pelajar.Dan yang lolos seleksi merupakan peserta terbaik. “Dalam seleksi, syukur saya bisa lolos dan tampil hari ini,” katanya.Sama halnya yang dilakukan Rizky, siswa yang masih duduk di kelas 8 SMP Muhammadiyah 2 Surabaya ini, juga tidak sampai membatalkan puasanya. Ia mengatakan, tidak terlalu mengeluarkan tenaga banyak, sebab dirinya hanya tampil berbaris saat upacara berlangung. “Saya hanya tampil berdiri dan tidak teriak-teriak,jadi puasa tetap berjalan,” katanya.Sementara itu upacara penurunan bendera dilakukan tepat pukul 16.50. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Ir Rj Yogi Hendriadi MT. Komandan upacara berasal dari Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Sulaeman dan Satriando.Peserta, terdiri dari 3 pleton siswa SMA Kartika IV Surabaya, 3 pleton SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, 2 pleton Gerakan Pramuka Gudep SMP Santa Agnes Surabaya, 2 pleton Drum band Gita Yuwana Bhakti SDN Tanah Kalideling V Surabaya, 2 pleton drum band Gita Pesona SD Negeri Bandelan 1 Bondowoso, 2 pleton Drum Band Gita Indra Suara SDN Kedungdoro V-310 Surabaya, serta 2 pleton drum band Gema Ababil MTs Negeri 1 Surabaya. Sedangkan tim penurun bendera berasal dari SMA Kartika IV Surabay a yang terdiri dari 16 siswa. Sementara atraksi drum band, terdiri dari Drum band Gita Yuwana Bhakti SDN Tanah Kalideling V Surabaya, drum band Gita Pesona SD Negeri Bandelan 1 Bondowoso, dan drum band Gema Ababil MTs Negeri 1 Surabaya. *(mlk)
DANUP
Parade Surya Senja:PUASA TAK JADI RINTANGAN UNTUK TETAP BERSEMANGAT
Oleh : Bidlahta BPDE Prop. Jatim
Rabu, 17 September 2008
Sumber : Dinas Infokom JatimMeski bulan puasa, peserta kegiatan upacara penurunan bendera atau parade surya senja yang rutin diadakan Pemerintah Propinsi Jatim setiap tanggal 17 ini, tetap bersemangat. Terbukti, pada pelaksanaannya Rabu (17/9) sore sejumlah peserta upacara yang mayoritas berusia muda ini tetap menjalankan ibadah puasanya. Salah satu peserta, Retno dari SMA Kartika IV Surabaya mengatakan, untuk tampil pada event ini, dirinya harus mempersiapkan dengan berlatih setiap hari seminggu sebelumnya, dan latihannya dilakukan di bawah terik matahari. Meski demikian, Retno yang mempunyai pengalaman pertama tampil di event ini tidak sampaimembatalkan puasanya. Dikatakannya, tampil pada event ini merupakan suatu kebanggaan, sebab sebelum tampil, pihak panitia melakukan seleksi yang ketat terhadap peserta pelajar.Dan yang lolos seleksi merupakan peserta terbaik. “Dalam seleksi, syukur saya bisa lolos dan tampil hari ini,” katanya.Sama halnya yang dilakukan Rizky, siswa yang masih duduk di kelas 8 SMP Muhammadiyah 2 Surabaya ini, juga tidak sampai membatalkan puasanya. Ia mengatakan, tidak terlalu mengeluarkan tenaga banyak, sebab dirinya hanya tampil berbaris saat upacara berlangung. “Saya hanya tampil berdiri dan tidak teriak-teriak,jadi puasa tetap berjalan,” katanya.Sementara itu upacara penurunan bendera dilakukan tepat pukul 16.50. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Ir Rj Yogi Hendriadi MT. Komandan upacara berasal dari Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Sulaeman dan Satriando.Peserta, terdiri dari 3 pleton siswa SMA Kartika IV Surabaya, 3 pleton SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, 2 pleton Gerakan Pramuka Gudep SMP Santa Agnes Surabaya, 2 pleton Drum band Gita Yuwana Bhakti SDN Tanah Kalideling V Surabaya, 2 pleton drum band Gita Pesona SD Negeri Bandelan 1 Bondowoso, 2 pleton Drum Band Gita Indra Suara SDN Kedungdoro V-310 Surabaya, serta 2 pleton drum band Gema Ababil MTs Negeri 1 Surabaya. Sedangkan tim penurun bendera berasal dari SMA Kartika IV Surabay a yang terdiri dari 16 siswa. Sementara atraksi drum band, terdiri dari Drum band Gita Yuwana Bhakti SDN Tanah Kalideling V Surabaya, drum band Gita Pesona SD Negeri Bandelan 1 Bondowoso, dan drum band Gema Ababil MTs Negeri 1 Surabaya. *(mlk)
Oleh : Bidlahta BPDE Prop. Jatim
Rabu, 17 September 2008
Sumber : Dinas Infokom JatimMeski bulan puasa, peserta kegiatan upacara penurunan bendera atau parade surya senja yang rutin diadakan Pemerintah Propinsi Jatim setiap tanggal 17 ini, tetap bersemangat. Terbukti, pada pelaksanaannya Rabu (17/9) sore sejumlah peserta upacara yang mayoritas berusia muda ini tetap menjalankan ibadah puasanya. Salah satu peserta, Retno dari SMA Kartika IV Surabaya mengatakan, untuk tampil pada event ini, dirinya harus mempersiapkan dengan berlatih setiap hari seminggu sebelumnya, dan latihannya dilakukan di bawah terik matahari. Meski demikian, Retno yang mempunyai pengalaman pertama tampil di event ini tidak sampaimembatalkan puasanya. Dikatakannya, tampil pada event ini merupakan suatu kebanggaan, sebab sebelum tampil, pihak panitia melakukan seleksi yang ketat terhadap peserta pelajar.Dan yang lolos seleksi merupakan peserta terbaik. “Dalam seleksi, syukur saya bisa lolos dan tampil hari ini,” katanya.Sama halnya yang dilakukan Rizky, siswa yang masih duduk di kelas 8 SMP Muhammadiyah 2 Surabaya ini, juga tidak sampai membatalkan puasanya. Ia mengatakan, tidak terlalu mengeluarkan tenaga banyak, sebab dirinya hanya tampil berbaris saat upacara berlangung. “Saya hanya tampil berdiri dan tidak teriak-teriak,jadi puasa tetap berjalan,” katanya.Sementara itu upacara penurunan bendera dilakukan tepat pukul 16.50. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Ir Rj Yogi Hendriadi MT. Komandan upacara berasal dari Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Sulaeman dan Satriando.Peserta, terdiri dari 3 pleton siswa SMA Kartika IV Surabaya, 3 pleton SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, 2 pleton Gerakan Pramuka Gudep SMP Santa Agnes Surabaya, 2 pleton Drum band Gita Yuwana Bhakti SDN Tanah Kalideling V Surabaya, 2 pleton drum band Gita Pesona SD Negeri Bandelan 1 Bondowoso, 2 pleton Drum Band Gita Indra Suara SDN Kedungdoro V-310 Surabaya, serta 2 pleton drum band Gema Ababil MTs Negeri 1 Surabaya. Sedangkan tim penurun bendera berasal dari SMA Kartika IV Surabay a yang terdiri dari 16 siswa. Sementara atraksi drum band, terdiri dari Drum band Gita Yuwana Bhakti SDN Tanah Kalideling V Surabaya, drum band Gita Pesona SD Negeri Bandelan 1 Bondowoso, dan drum band Gema Ababil MTs Negeri 1 Surabaya. *(mlk)
uswatun khasanah
NABI MUHAMMAD S.A.W.
RAHMAT BAGI SELURUH ALAM,
Oleh:
Ustaz Syed Hasan Alatas
http://www.shiar-islam.com
“Tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam.” (Quran s. al- Anbiya : 107)
Peribadi Nabi Mohammad s.a.w. sungguh menarik hati seluruh manusia yang mengakui kebenaran, keperibadian Rasulallah jelas diterangkan dalam al-Quran antaranya Allah berfirman yang bermaksud:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah (kepadamu Muhammad s.a.w) , engkau telah bersikap lemah lembut kepada mereka. Kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari kamu. Oleh itu ma’afkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadap engkau, dan mohonlah keampunan bagi mereka, dan juga bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (permasaalahan keduniaan) itu. Kemudian setelah engkau berazam (untuk membuat sesuatu) maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakkal kepadaNya. (al-Quran s. Ali Imran: 159)
Ini salah satu sifat terpuji dari peribadi Nabi Muhammad s.a.w. diantara banyak lagi sifat terpuji yang dimiliki oleh Rasulallah s.a.w., sehingga menyebabkan baginda Nabi s.a.w. telah dapat membawa suatu perubahan yang luar biasa terhadap masyarakat ummat manusia, khasnya masyarakat Arab di zaman jahiliah .
Sebelum Islam, Dunia berada dalam kegelapan, terutama sekali dunia Arab. Penyembahan kepada Tuhan yang Maha Esa, telah bertukar kepada penyembahan kepada berhala yang mereka ciptakan sendiri. Perikemanusiaan telah bertukar kepada sifat-sifat kebinatangan; yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memeras yang miskin, wanita dijadikan sebagai alat pemuas nafsu ataupun sebagai iklan untuk melariskan perniagaan, jika lahir anak lelaki mereka sungguh gembira, akan tetapi jika lahir perempuan mereka sampai hati membunuhnya. Ramai pula mereka yang mengamalkan cinta sesama sejenis, lelaki dengan lelaki, perempuan dengan perempuan, kalau ini terus dibenarkan apa akan jadi terhadap ummat manusia didunia ini, sudah tentu mereka akan pupus, keturunan mereka akan terputus, inilah yang telah diamalkan oleh kaum Luth.
Sebelum Islam Dunia Arab berpecah belah, Yaman dikuasai oleh Kerajaan Persia, dan Habasyah, disamping dikuasai oleh ketua-ketua kabilah. Iraq dikuasai oleh Manazirah yang tunduk kepada kerajaan Romawi. Najd dan Hijaz dikuasai oleh kabilah Arab yang masing-masing berdiri sendiri. Perpecahan dan permusuhan diantara mereka berlarutan beratus tahun, sehingga bangsa Arab mundur dalam banyak hal.
Setalah Islam dibawah pimpinan Nabi Muhammad s.a.w. bangsa Arab telah disatukan, dibawah satu pimpinan. Mereka menjadi Ummat yang maju dalam berbagai bidang, malah dapat mengalahkan dua kerajaan besar Rome dan Parsi. Selanjutnya para sahabat telah mengembangkan Islam kemerata tempat di dunia ini.
Ummat Islam telah membawa perubahan besar di Timur ataupun di Barat. Amat menyedihkan setelah Ummat Islam meninggalkan ajaran Islam yang menyeru kepada kebenaran dan keadilan, dan mereka terikut-ikut hanyut dalam kancah bertuhankan hawa nafsu, maka semenjak itu ummat Islam menjadi lemah, mereka dapat dikalahkan oleh musuh-musuh Islam, sehingga meskipun jumlah Ummat Islam melebihi seperlima penduduk dunia, dan memiliki jumlah sumber kekayaan yang melimpah ruah, tetapi semua itu tidak membawa manfaat apa-apa. Malah ummat Islam dipermainkan, dihina, ditindas. Semua ini terjadi karena kesalahan Ummat Islam sendiri, oleh itu telah tiba masanya seluruh Ummat Islam kembali kepada al-Quran dan Sunnah Nabi s.a.w. Insya Allah Ummat Islam akan memperoleh kemuliaan dan kesejahteraan yang telah pernah mereka miliki di zaman Rasullah s.a.w. dan para sahabatnya yang terpilih, Insya Allah.
Rasulallah s.a.w.adalah contoh teladan yang sebaik-baiknya bagi kita, dalam semua hal, sebab nabi s.a.w. telah berjaya membawa perubahan yang luar biasa dalam semua bidang dalam masa yang begitu singkat (hanya 23 tahun).
Baginda telah berjaya merubah masyarakat musyrikin, yang menyembah berhala, berpecah belah, bersuku puak, zalim, yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memeras yang miskin, yang pandai menipu yang bodoh bahkan bertebaran kejahatan di daratan dan di lautan disebabkan amal perbuatan mereka.
Semuanya itu telah dirobah, menjadi masyarakat yang hanya menyembah Allah s.w.t. Masyarakat yang berpecah belah, bersuku puak, telah dipersaudarakan menjadi satu masyarakat yang bersatu padu.
Masyarakat yang zalim, menjadi masyarakat yang harmonis dimana si lemah dilindungi, si miskin dibela nasib mereka, wanita mendapat hak-hak mereka yang sebelumnya mereka tak punya nilai, hanya sebagai alat untuk pemuas nafsu lelaki sahaja, malah mereka dibunuh hidup-hidup. Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi s.a.w.dari sehari ke sehari terus mendapat sambutan dari orang ramai. Pimpinan Quraisy semakin khuatir, kepimpinan mereka akan beralih kepada kepimpinan Nabi s.a.w. Oleh itu mereka bekerja keras untuk menghalang perkembangan Islam dengan berbagai cara. Tetapi semua usaha mereka yang jahat itu tak dapat menyekat usaha gigih Nabi s.a.w. dan pengikutnya yang setia. Melihat kegagalan demi kegagalan yang mereka alami, maka pihak penguasa Quraisy, mulai berlembut dan mengajak bekerjasama untuk menghilangkan segala perbedaan yang ada.
Sebagai permulaan mereka sanggup menyembah Allah s.w.t. di satu masa dan di lain masa pula nabi s.a.w. dan ummat Islam diminta menyembah berhala yang mereka ciptakan. Semua ajakan tolak ansur yang menyesatkan ini, juga ditegah untuk diamalkan.
Kita dilarang keras menyembah makhluk, sama ada (apakah) dia berhala, manusia, ataupun haiwan dsb.
Allah s.w.t.berfirman yang bermaksud: "Katakanlah (wahai Muhammad): "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak menyembah apa yang aku sembah. Aku tak pernah menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu pula tidak pernah menyembah apa yang aku sembah. Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku." (Q.S.al-Kaafirun:1-6)
Inilah suara Iman dan Tauhid yang sebenarnya. Kita dilarang keras menyengutukan Allah dengan apapun juga. Semua dosa Allah akan ampunkan kecuali dosa mensyarikatkan (menyengutukan) Allah, tidak akan diampunkan oleh Allah s.w.t.
Pemimpin Quraisy menjadi berang, mereka berusaha pula mengadakan berbagai tekanan yang lainnya, yang kemuncaknya dengan mengambil suatu keputusan bersama, untuk memulaukan Nabi s.a.w.dan para pengikutnya yang setia, supaya nabi s.a.w. dan pengikutnya menjadi lemah dan menyerah kalah. Pimpinan Quraisy mengadakan pertemuan dan mengambil suatu keputusan bertulis, dan digantungkan di ka'bah, sebagai satu keputusan yang mesti dilaksanakan dan dipatuhi oleh semua suku Quraisy untuk memulaukan Nabi s.a.w. dan kaum beliau Bani Hasyim, antaranya isi dari keputusan itu ialah:
(1) Melarang semua orang Quraisy berurusan perniagaan dengan Nabi dan pengikut Nabi s.a.w. terutama bani Hashim dan bani Muthalib.
(2) Tidak boleh mengadakan ikatan pernikahan dengan kaum Muslimin.
(3) Melarang sesiapapun untuk bergaul dengan Muhammad dan pengikutnya.
(4) Pihak Quraisy akan bekerjasama dan membantu sesiapa yang sedia memusuhi Muhammad dan pengikutnya.
Teks perjanjian itu disahkan oleh semua pemuka Quraisy dan dilaksanakan dengan tegas.
Abu Thalib bapa saudara nabi s.a.w. sebagai pendukung dan pembela utama Nabi s.a.w. menjemput semua kerabat nabi s.a.w.dari keturunan Bani Hasyim, dan meminta mereka supaya bertanggung jawab dan membela Nabi s.a.w.Semua kerabat Nabi s.a.w. daripada kalangan Bani Hasyim diarahkan berkumpul di sebuah lembah gersang, yang terkenal dengan nama lembah Abu Thalib. Pemulauan ini berjalan selama tiga tahun. Kezaliman yang diluar perikemanusiaan ini, terpaksa ditangggung oleh semua keluarga Bani Hasyim, dalam suasana kekurangan makanan dan minuman, sehingga ada yang terpaksa memakan umbut-umbut rumput, kulit binatang, dan sebagainya demi mengisi perut yang sedang dalam kelaparan.
Setamatnya pemulaun Quraisy terhadap Nabi s.a.w. dan suku kaum Nabi yaitu Bani Hasyim dan Bani Muthalib, baginda Nabi Muhammad s.a.w. tidak menghentikan dakwahnya, malah Nabi meneruskan perjuangannya mengajak manusia ke jalan yang benar.
Pada suatu masa, Nabi pergi ke Thaif mengajak kaum shakif kepada Islam, sayang sekali seruan Nabi s.a.w. dibalas dengan ejekan dan lemparan batu oleh kaum durhaka disitu sehingga darah bercucuran ditubuh Nabi s.a.w. akibat lemparan batu dan benda-benda keras lainnya. Meskipun demikian Nabi s.a.w hanya berdoa : “Ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya”
Berkat kesabaran dan usaha yang gigih dalam perjuangan, maka hati manusia mulai terbuka kepada Islam, terutama mereka yang telah dianiaya dan dizalimi. Mereka memeluk Islam, dan mengamalkan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w. Mereka tertarik terutama kepada keperibadian Nabi s.a.w. yang sederhana suka membantu fakir miskin, yatim piatu dan janda, mengasihi mereka yang lemah, sedia memaafkan musuh, membenci keganasan, cintakan ilmu pengetahuan, sehingga dalam masa yang singkat (23 tahun) Islam berkembang dengan pesatnya keseluruh semenanjung tanah Arab.
Nabi s.a.w. begitu kasihkan isterinya Siti Khadijah, sehingga baginda hidup rukun dan damai dengan isterinya Khadijah hingga isterinya wafat, yaitu selama 28 tahun isteri nabi hanya Kadijah seorang sahaja. Nabi s.a.w berkahwin lain setelah wafatnya Siti Khatijah. Dikalangan isteri baru Nabi s.a.w, yang gadis hanya siti Aisyah seorang. Kebanyakan yang lainnya terdiri para janda untuk menyelamatkan anak-anak yatim, yang menjadi tanggungan mereka, dan perkawinan Nabi selanjutnya juga untuk menarik kabilah-kabilah ke dalam Islam.
Quraisy Melanggar Perjanjian Hudaibiya
Ketika Quraisy melanggar perjanjian dengan Nabi s.a.w. dimana sekutu mereka Banu Bakr telah menyerang dan membunuh pihak Khuza’a , maka pihak Khuza’a meminta pertolongan Nabi s.a.w. Maka Nabi s.a.w. bersama 10,000 orang tentera Islam berangkat untuk melancarkan serangan balasan keatas kaum Quraisy di Makkah. Sebelumnya memasuki kota Makkah terlebih dahulu Nabi Muhammad s.a.w. memberi nasihat kepada tentera Islam, supaya tidak membunuh orang tua, wanita, kanak-kanak, tidak menceroboh dan merosakkan tanaman, tidak membunuh haiwan, untuk tidak sampai banyak kerosakan. Nabi juga menyeru barangsiapa menutup pintu rumah masing-masing mereka akan selamat, barangsiapa berlindung di Kabah ia akan selamat, malah setelah Abbu Sufyan (Ketua kaum Quraisy) masuk Islam, nabi s.a.w. juga memberi kesempatan barangsiapa berlindung di rumah Abu Sufyan juga dijamin keselamatannya.
Sementara dalam persiapan peperangan tiba-tiba Saad bin “Ubada berkata :”Hari ini adalah hari peperangan, hari dibolehkannya segala yang terlarang…..’
Hal ini telah melanggar perintah Nabi s.a.w. dimana kaum Muslimin dilarang membunuh penduduk Makkah. Oleh karena itu Nabi mengambil bendera komando dari tangan Sa’ad dan diserahkan kepada anaknya yang bernama Qais, terselamatlah penduduk Makkah dari menjadi korban peperangan, dengan demikian kota Makkah telah dapat dikuasai dengan menyelamatkan ramai nyawa mereka yang tidak bersalah. Bukan itu saja malah Nabi s.a.w. telah memberikan pengampunan Umum, termasuk mereka yang telah banyak berbuat kesalahan dan kezaliman dan penganiayaan kepada nabi dan pengikutnya. Nabi s.a.w. mengatakan
“Pergilah kamu sekaliah. Kamu sekarang sudah bebas.”
Setelah memasuki kota Makkah Nabi Muhammad s.a.w. mengeluarkan perintah jangan ada seorangpun dibunuh, jangan ada pertumpahan darah. Mereka yang telah melakukan banyak kesalahan dan khuatir dibunuh, lalu menyembunyikan diri mereka, akan tetapi akhirnya keluar juga setelah menyaksikan sendiri betapa kasih sayang Nabi s.a.w. yang telah mengampun secara beramai-ramai, akhirnya mereka keluar dan datang kepada Nabi s.a.w. memohon supaya dimaafkan, dan Nabi s.a.w. memaafkannya.
Ramai manusia terkeliru terhadap Islam disebabkan mereka tidak mengenal Islam, dan ramai yang melemparkan tuduhan keji kepada Nabi Muhammad s.a.w., disebabkan mereka tidak mengenal siapa baginda. Akan tetap bagi mereka yang mahu mengkaji Riwayat hidup Nabi Muhammad s.a.w. akan mengakui tentang betapa tingginya keperibadian Nabi s.a.w. sehinggakan Ummat Islam sanggup mengorbankan apa saja demi kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad s.a.w.
Dimuatnaik pada: Rabu 9 Muharram 1427 (8 Februari 2006)
Langganan:
Postingan (Atom)






